Rules AA IPSC Bagian 1 – Course Design

Rules AA IPSC Bagian 1 – Course Design

Terjemahan/saduran bersifat “loosely translated”, untuk membantu pemahaman peraturan secara umum.

INTERNATIONAL PRACTICAL SHOOTING CONFEDERATION

PROVISIONAL ACTION AIR COMPETITION RULES
JANUARY 2009 EDITION

CHAPTER 1 : Course Design

The following general principles of course design list the criteria, responsibilities and restrictions governing course designers as the architects of the sport of IPSC shooting.
Berikut ini adalah prinsip umum, kewajiban dan batasan untuk mendesain stage IPSC.

1.1 General Principles

1.1.1 Safety – IPSC Action Air matches must be designed, constructed and conducted with due consideration to
safety.

Keamanan – pertandingan Action Air (Airsoft IPSC) harus didesain, dibangun dan dilaksanakan dengan pertimbangan utama adalah keselamatan.

1.1.2 Quality – The value of an IPSC Action Air match is determined by the quality of the challenge presented in the course design. Courses of fire must be designed primarily to test a competitor’s IPSC shooting skills, not their physical abilities.
Kualitas – Nilai dari kompetisi Action Air IPSC ditentukan dari kualitas tantangan pada stage. Stage harus dirancang semata-mata untuk menguji kemampuan menembak, bukan kemampuan fisik peserta.

1.1.3 Balance – Accuracy, Power and Speed are equivalent elements of IPSC shooting, and are expressed in the Latin words “Diligentia, Vis, Celeritas” (“DVC”). A properly balanced course of fire will depend largely upon the nature of the challenges presented therein, however, courses must be designed, and IPSC matches must be conducted in such a way, as to evaluate these elements equally. IPSC Action Air matches are exempt from minimum power considerations (also see Rule 5.6.1).
Keseimbangan – Akurasi, Kekuatan, Kecepatan adalah elemen yang seimbang dalam IPSC, dan disebutkan dalam bahasa Latin sebagai “Diligentia, Vis, Celeritas” (DVC). Keseimbangan sebuah COF akan ditentukan oleh kondisi tantangan yang ada pada COF tersebut, namun, desain course beserta pertandingan IPSC harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga berfungsi untuk menguji elemen tersebut (akurasi, kekuatan dan kecepatan) dengan seimbang. Namun AA IPSC tidak menerapkan adanya pertimbangan minimum power. (lihat peraturan 5.6.1)

1.1.4 Diversity – IPSC shooting challenges are diverse. While it is not necessary to construct new courses for each match, no single course of fire must be repeated to allow its use to be considered a definitive measure of IPSC shooting skills. Classifiers (see Rule 1.2.2.3) are comparative, not definitive.
Keanekaragaman – Tantangan menembak IPSC sangat bervariasi. Meskipun tidak harus membangun course baru untuk setiap pertandingan, tidak boleh ada sebuah COF yang dipergunakan ulang sehingga menjadi sarana pengukuran kemampuan menembak IPSC.

1.1.5 Freestyle – IPSC Action Air matches are freestyle. Competitors must be permitted to solve the challenge presented in a freestyle manner, and to shoot targets on an “as and when visible” basis. After the start signal, courses of fire must not require mandatory reloads nor dictate a shooting position, location or stance, except as specified below. However, conditions may be created, and barriers or other physical limitations may be constructed, to compel a competitor into shooting positions, locations or stances.
Freestyle – pertandingan AA IPSC bersifat bebas. Peserta harus diijinkan untuk menyelesaikan tantangan dengan bebas, dan menembak target “begitu target terlihat”. Setelah tanda start, COF tidak boleh mengharuskan adanya reload wajib atau menentukan posisi menembak, lokasi maupun kuda-kuda yang dipergunakan dalam menembak, kecuali seperti yang dijelaskan berikut ini. Namun, bisa saja dibuat kondisi atau adanya rintangan yang sengaja dibangun untuk membuat peserta melakukan atau menerapkan posisi menembak tertentu, lokasi tertentu dan kuda-kuda tertentu.

1.1.5.1 Level I and Level II matches are not required to comply strictly with the freestyle requirements or projectile count limitations (see Section 1.2).
Pertandingan level I dan II tidak wajib untuk mengikuti dengan persis persyaratan freestyle maupun pembatasan jumlah proyektil (lihat Bagian 1.2)

1.1.5.2 Standard Exercises and Classifiers may include mandatory reloads and may dictate a shooting position, location or stance, however, mandatory reloads must never be required in other Long Courses.
Standar Exercise dan Classifier boleh mewajibkan reload wajib dan posisi, lokasi dan kuda-kuda menembak, namun wajib reload tidak boleh diwajibkan dalam Course panjang lainnya.

1.1.5.3 Standard Exercises and Classifiers may specify shooting with the strong hand or weak hand unsupported. The specified hand must be used exclusively from the point stipulated for the remainder of the string or stage.
Standar Exercise dan Classifier boleh menerapkan menembak dengan strong hand maupun weak hand tanpa dibantu tangan yang lain. Penggunaan tangan tersebut hanya boleh dilakukan pada titik/lokasi khusus yang sudah ditentukan pada stage.

1.1.6 Difficulty – IPSC Action Air matches present varied degrees of difficulty. No shooting challenge or time limit may be appealed as being prohibitive. This does not apply to non-shooting challenges, which should reasonably allow for differences in competitor’s height and physical build.
Kesulitan – Pertandingan AA IPSC menyajikan beragam tingkat kesulitan. Tidak ada tantangan/rintangan menembak atau batasan waktu yang bisa dianggap sebagai “haram”. Namun hal ini tidak berlaku untuk halangan/rintangan yang tidak ada hubungannya dengan menembak, yang memungkinkan adanya perbedaan yang berkaitan dengan tinggi badan/bentuk tubuh peserta.

1.2 Types of Courses

IPSC Action Air matches may contain the following types of courses of fire:

1.2.1 General Courses of Fire:
1.2.1.1 “Short Courses” must not require more than 9 projectiles to complete and no more than 2 shooting locations.

“Short Courses” harus bisa diselesaikan dengan maksimal 9 proyektil dan terdiri maksimal dari 2 lokasi shooting.

1.2.1.2 “Medium Courses” must not require more than 16 projectiles to complete and no more than 3 shooting locations. Course design and construction must not require more than 9 scoring hits from any single location or view, nor allow a competitor to shoot all targets in the course of fire from any single location or view.
“Medium Course” harus bisa diselesaikan dengan 16 proyektil dan terdiri maksimal di 3 lokasi shooting. Desain course dan pembangunannya tidak boleh menyebabkan adanya 1 posisi yang memungkinkan peserta untuk melakukan 9 scoring hit, atau memungkinkan peserta untuk menembak seluruh target dari 1 posisi/tempat dimana peserta berada.

1.2.1.3 “Long Courses” must not require more than 32 projectiles to complete. Course design and
construction must not require more than 9 scoring hits from any single location or view, nor allow
a competitor to shoot all targets in the course of fire from any single location or view.

“Long Courses” harus bisa diselesaikan dengan 32 proyektil. Desain course dan pembangunannya tidak boleh menyebabkan adanya 1 posisi yang memungkinkan peserta untuk melakukan 9 scoring hit, atau memungkinkan peserta untuk menembak seluruh target dari 1 posisi/tempat dimana peserta berada.

1.2.1.4 The recommended balance for an IPSC Action Air match is a ratio of 3 Short Courses to 2 Medium Courses to 1 Long Course. Where possible, it is further recommended that no single COF in a match represents more than 15% of the total match points available.
Perbandingan course yang dianjurkan untuk pertandingan AAIPSC adalah 3 Short, 2 Medium, 1 Long. Jika memungkinkan, lebih dianjurkan lagi dimana tidak ada 1 COF yang nilainya lebih dari 15% dari total nilai yang bisa diperoleh.

1.2.2 Special Courses of Fire: Course of Fire Khusus

1.2.2.1 “Standard Exercises” must not require more than 24 projectiles to complete. Component strings
must not require more than 6 projectiles (12 projectiles if a mandatory reload is specified).

“Standar Exercise” harus bisa diselesaikan dengan minimal 24 proyektil. Component string harus bisa diselesaikan dengan 6 proyektil (12 proyektil jika ada reload wajib).

1.2.2.2 Not applicable.

1.2.2.3 “Classifiers” – Courses of fire published by a Regional Directorate and/or IPSC, which are
available to competitors seeking a regional and/or international classification. Classifiers must be
set-up in accordance with these rules and be conducted strictly in accordance with the notes and
diagrams accompanying them. Results must be submitted to the publishing entity in the format
required (with the applicable fees, if any), in order for them to be recognized.

“Classifiers” – COF yang dikeluarkan oleh Direktorat Regional dan/atau IPSC, untuk peserta yang mencari klasifikasi regional dan/atau internasional. Classifier harus mengikuti baik peraturan maupun catatan dan diagram yang disertakan. Agar bisa diterima, hasilnya harus diberikan dengan mengikuti format yang telah ditentukan (beserta biaya, jika ada).

1.2.3 Supplementary Courses of Fire: COF Tambahan

1.2.3.1 “Shoot-Off” must not require more than 9 projectiles to complete and must require 1 mandatory reload.
“Shoot-Off” harus bisa diselesaikan dengan minimal 9 proyektil dan harus melakukan 1 reload wajib.

1.3 IPSC Sanctioning (Perijinan IPSC)

1.3.1 Match organizers wishing to receive IPSC sanctioning must comply with the general principles of course design and course construction as well as all other current IPSC Rules and regulations relevant to the discipline. Courses of fire that do not comply with these requirements will not be sanctioned, and must not be publicized or announced as IPSC sanctioned matches.
Penyelenggaran perlombaan yang ingin menerima perijinan (authorization) dari IPSC harus mengikuti prinsip umum baik pada desain dan pembangunan course beserta peraturan IPSC terkait lainnya. COF yang tidak mengikuti peraturan ini tidak akan menerima perijinan, dan tidak boleh disebut sebagai pertandingan IPSC.

1.3.2 The IPSC President, his delegate, or an officer of the Confederation (in that order) may withdraw IPSC sanctioning from a match. Such action may be taken at any time where, in his or their opinion, a match contravenes the purpose or spirit of the principles of course design or is in breach of any of the current IPSC Rules or is likely to bring the sport of IPSC shooting into disrepute. 
Presiden IPSC, delegasi, pejabat dalam Konfiderasi (dalam urutan tersebut) boleh menarik perijinan IPSC dalam sebuah pertandingan. Hal ini bisa terjadi kapan saja, bila mereka berpendapat bahwa dalam sebuah pertandingan ada pelanggaran tujuan, semangat, ketentuan desain course maupun peraturan IPSC yang akan menyebabkan hal negatif.

1.3.3 IPSC Action Air match level requirements and recommendations are specified in Appendix A1.
Persyaratan dan rekomendasi tingkatan pertandingan AA IPSC dijelaskan pada Appendix A1.

 

LANJUT : Rules AA IPSC Bagian 2 – Course Construction and Modification

Related posts

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
AA IPSC Rules Lengkap Dengan Terjemahan Bahasa Indonesia | Perbakin Kota Makassar Recent comment authors
newest oldest most voted
trackback

[…] Rules AA IPSC Bagian 1 – Course Design […]